Bedjo WTD - Umpan pancing terbuat dari kayu

Bedjo WTD dalam "One Stop Animation"

ini adalah tentang umpan pancing kayu buatan saya sendiri yang saya beri nama Bedjo. Sebuah umpan pancing kayu dengan gaya "Top Water" yang mencoba melakukan aksi WTD (walk the dog) alias lenggak lenggok. Sebagian dalam presentasi ini di kemas dalam "one stop animation". Dalam presentasi ini termasuk spesifikasi, aksi, dan memancing.

Mancing Palung "Sang Predator Air Tawar"

Casting hampala di Kali Progo
Aku sedang mendaratkan seekor palung (hampala), Kali Progo (11 Juli 2018).
Tonton videonya di YouTube

Mancing ikan palung dengan teknik "casting" telah menjadi minatku selama lebih dari dua tahun terakhir ini. Palung adalah nama lokal (Jawa) untuk hampala di daerahku. Destinasi mancingku sampai saat ini masih dekat-dekat saja, di Kali Progo, Tinalah, Serang, Sepuri dan juga daerah aliran sungai (DAS) di wilayah Kulon Progo.

Kembali

 
 
 

Awal Mula

Selalu Ada Awal Mula Untuk Segalanya

Palung pertamaku
Ikan palung pertamaku, Kali Progo (21 Oktober 2016).

Serangkaian proses akan mengikuti kemudian. Dibutuhkan upaya, waktu, uang, dan kesalahan-keslahan pasti terjadi. Aku adalah orang yang belajar secara mandiri, seringkali pelajaran paling berharga adalah belajar dari kesalahan yang terjadi. Aku percaya sesuatu tidak terjadi secara instan, setidaknya itu berlaku untuk hidupku. Disinilah aku sekarang, memulai sesuatu yang baru, mancing. Secara alamiah, aku bukan orang yang memiliki bakat mancing. Aku hanya mengikuti adrenalin "suka mancing" saja, bagiku mancing adalah sebuah proses.

Ini berawal di bulan Oktober 2016, dengan modal melihat video-video casting di kanal video Rapala, aku mulai belajar mancing dengan teknik casting. Dengan menggunakan piranti seadanya, seperangkat piranti yang sebenarnya untuk mancing dasaran tapi aku ganti umpanya dengan umpan/lure untuk casting. Waktu itu sederhana sekali, asal dilempar dan asal ditarik kembali, berulang-ulang. Mataku terus tertuju pada pergerakan umpan (lure). Tidak disangka-sangka pada hari pertama sudah mendapat sambaran ikan sampai dua kali, namun tidak kena. Aku tertegun melihat ikan melompat dari dalam air menyambar umpan, sekilas tampak putih bersisik. Aku menduga duga apakah itu ikan palung, sang predator air tawar?

Penasaran dengan sambaran ikan pada hari pertama, aku kembali praktek casting lagi pada hari berikutnya. Kira-kira satu jam sudah berlalu, tiba-tiba aku mendengar suara yang mengagetkan, seperti sebuah ledakan kecil, pada saat yang sama aku juga melihat cipratan air. Aku masih tertegun saat menyadari senar menjadi kencang, joran melengkung. Aku merasakan sebuah tenaga yang menarik perangkat pancingku. Jujur saja panik, sesaat tidak tau harus bagaimana. Aku belum pernah punya pengalaman untuk ini. Saat itu aku hanya berusaha memutar reel untuk menggulung senar, rasanya reel sudah aku putar tapi senar tidak bisa tergulung juga. Setelah berjuang menggulung reel beberapa saat ahkirnya aku bisa menarik ikan ke tepi. Begitu sampai ditepi langsung aku angkat dan jatuh di pasir tepian sungai, ikan meronta ronta sampai hitam terselimuti pasir, jadi aku belum bisa melihat wujud ikan itu. Sampai saat itu, aku belum pernah melihat ikan palung secara langsung, dalam hati apa ini ikan palung? Seletah ikan aku masukkan ke dalam kepis dan dibasuh dengan air baru aku bisa melihat dengan jelas ikan tersebut. Aku terus pulang secepatnya untuk menunjukkan kepada teman-teman senior mancingku dan untuk memastikan kalau itu adalah ikan palung.

Itulah awal mula yang membawa akau ke dunia mancing/casting sampai saat ini.

Kembali

 
 
 

Daerah Aliran Sungai (DAS)

Kali Progo

Pemandangan salah satu sudut Kali Progo
Salah satu pemandangan sudut Kali Progo di wilayah Yogyakarta.

Kali Progo dalam pengalaman pribadiku, berkarakter kuat, tangguh, indah dan juga berbahaya. Banyak orang mengandalkan sungai ini, disini juga tempat bisnis material sungai untuk pasokan bahan bangunan, ini adalah salah satu penopang kehidupan. Di Kali Progo ini juga cerita mancingku berawal. Progo merupakan aliran yang menantang untuk menemukan sang predator air tawar yang bernama palung (hampala). Progo adalah aliran terbesar di wilayah Yogyakarta. Bahkan sungai ini juga menjadi latar belakang dari berbagai kisah mistik. Aku banyak belajar banyak dari sungai ini. Bagiku, ini adalah semacam sebuah cermin kecil daripada sebuah peradaban, mungkin berlebihan.

Berikut adalah informasi umum yang Anda bisa temukan dari berbagai publikasi tentang Kali Progo. Kali Progo adalah salah satu sungai di Jawa Indonesia, salah satu yang berkarakter kuat. Hulu sungai berada di lereng Gunung Sindoro. Dari lereng Gunung Sindoro, mengalir ke Samudra Hindia melalui Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kali Progo berakhir di Samudera Hindia (tepatnya di pantai Trisik, Kulon Progo). Di Jawa Tengah sungai ini melewati daerah-daerah dekat tujuan wisata populer termasuk Candi Borobudur, Candi Pawon dan Candi Mendut. Di Daerah Istimewa Yogyakarta Kali Progo juga merupakan batas alam antara Kabupaten Sleman dan Kabupaten Kulon Progo, juga antara Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo. Progo adalah tempat bermuaranya bagi banyak aliran, termasuk Kali Elo, Krasak, Putih, Tinalah dan lainya.

Kembali

 
 
 

Kali Tinalah

Pemandangan salah satu sudut Kali Tinalah
Salah satu pemandangan Kali Tinalah di Kulon Progo.

Kali Tinalah dalam pengalaman pribadiku, ini adalah aliran yang indah, sungai berbatu dengan pemandangan indah di sepanjang kaki bukit Menoreh Samigaluh sampai Kalibawang, Kulon Progo, Yogyakarta.

Menyusuri Tinalah saat musim kemarau, aku mendapatkan air yang begitu jernih mengalir di antara bebatuan sungai, bahkan aku bisa melihat ikan-ikan kecil berenang di antara bebatuan sungai. Bagiku, kombinasi air yang jernih, suara air yang mengalir, bebatuan sungai, sawah di sekitarnya, langit biru dan perbukitan Menoreh sebagai latar belakang menciptakan sebuah pemandangan yang indah.

Musim hujan di Kali Tinalah, aku harus berhati-hati, ini bisa berbahaya, banjir bisa datang secara tiba-tiba, nasehat penduduk/petani yang aku jumpai di Kali Tinalah "tetap awasi langit di atas daerah hulu". Tinalah adalah salah satu sungai aku biasa mancing palung (hampala).

Berikut adalah informasi umum yang Anda bisa temukan dari berbagai publikasi tentang Kali Tinalah. Tinalah adalah salah satu sungai/kali di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Hulu kali berada di perbukitan Menoreh di wilayah Samigaluh, mengalir ke arah timur melewati kaki perbukitan, pedesaan dan persawahan dari wilayah Samigaluh sampai ke Kalibawang. Aliran Kali Tinalah berakhir di Kali Progo. Sebagai bagian dari sebuah sistim daerah aliran sungai (DAS), Tinalah juga terkoneksi dengan aliran-aliran lainya, termasuk Kali Lor, Klegung dan lain-lainya.

Tinalah juga menjadi nama sebuah desa wisata yang terletak tepat di tepi Kali Tinalah di Purwoharjo, Samigaluh. Desa itu dikenal dengan "Dewi Tinalah" yang merupakan singkatan dari "Desa Wisata Tinalah", informasi lebih lengkap bisa didapatkan di situs resmi Desa Wisata Tinalah.

Berikut adalah sebuah video tentang Kali Tinalah, pada dasarnya video ini semacam gambar slide pemandangan Kali Tinalah, gambar aku ambil selama perjalanan mancingku di Kali Tinalah tahun 2017.

Kembali

 
 
 

DAS di Wilayah Kulon Progo

Pemandangan salah satu sudut Kali Sepuri Kulon Progo
Kali Sepuri merupakan salah satu bagian dari sistim DAS di wilayah Kulon Progo.

Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Kabupaten Kulon Progo juga menjadi destinasi mancingku. Ini meliputi Kali Serang, Kali Sepuri, kali Tinalah dan juga aliran-aliran yang lebih kecil lainya.

Berikut sebuah video aku mancing di salah satu DAS di wilayah Kulon Progo.

Kembali

 
 
 

Ikan

Palung (Hampala macrolepidota)

Ikan palung
Seekor ikan palung berhasil aku daratkan, Kali Progo (11 Juli 2018).
Tonton videonya di YouTube.

Ikan palung (hampala), sang predator air tawar dalam pengalaman pribadiku. Pertama kali, aku kaget mendapatkan umpan pancingku di sambar ikan. Bagiku, itu seperti sebuah ledakan kecil. Itu membuatku terdiam beberapa saat, gugup dan panik. Jantungku berdegub kencang. Senar menjadi kencang dan joran melengkung. Aku merasakan tenaga ikan. Takut senar akan putus, aku belum pernah punya pengalaman untuk ini. Ya! aku tersambung dengan seekor ikan! Itu adalah palung Kali Progo, itu palung pertamaku, dan itu adalah awal dari kisah mancingku.

Menurut FishBase.Org ikan palung tergolong dalam spesies Hampala macrolepidota, ada banyak varian untuk speses hampala ini. Dalam bahasa inggris palung di sebut dengan hampala barb, nama lainnya adalah hampal (Bahasa Indonesia), sebarau (Malaysia) dan pla kasoop (Thailand).

Berikut video-video casting palung di Kali Progo yang berhasil aku buat.

Kembali

 
 
 

Bader (Barbonymus balleroides)

Ikan bader
Ikan bader yang aku dapat dengan mancing teknik casting, Kali Progo (13 Agustus 2018).

Ikan Bader dalam pengalaman pribadiku. Sejauh ini, aku mancing hanya dengan teknik casting saja, targetnya adalah ikan palung (hampala). Tapi musim kemarau 2018 di Kali Progo membawaku kepada sebuah pengalaman baru dalam hal casting. Seringkali casting palung (hampala) tetapi dapat ikan jenis lain yang ditempatku biasanya disebut dengan bader. Ini menarik bagiku, sejauh yang aku tahu umumnya orang mancing ikan bader dengan teknik mancing dasaran atau menggunakan jaring/jala ikan.

Dulu aku tidak pernah membayangkan kalau ikan bader akan menjadi bagian dari mancingku. Aku tidak mengatakan bahwa ikan bader bisa dipancing dengan teknik casting, tapi pengalamanku berkali-kali mendapatkan ikan bader dengan teknik casting. Mungkin itu hanya kebetulan saja, tapi sekarang ini, berdasarkan pengalaman tersebut ikan bader juga menjadi target mancingku. Menurut Wikipedia ikan bader ini tergolong dalam spesies Barbonymus balleroides.

Berikut video-video mancing palung dapat bader di Kali Progo yang berhasil aku buat.

Kembali

 
 
 

Piranti & Umpan

Umpan Pancing Dari Kayu Buatanku

Umpan pancing dari kayu
Umpan buatan (artificial lure) berbahan kayu waru buatanku.

Selain menggunakan umpan pancing/lure (artificial lure) buatan pabrik alias beli, aku juga berusaha untuk membuat sendiri umpan dari kayu.

Lure dari kayu buatan sendiri bukan tentang bisa mempunyai lure sebanyak-banyaknya, tetapi lebih dari itu. Bagiku, dengan menggunakan lure buatan sendiri memiliki perasaan tersendiri, perpaduan antara kesenangan dan kepuasan. Dari proses pembuatan hingga menggunakanya, apalagi saat disambar ikan dan berhasil mendarat. Secangkir kopi layak untuk merayakanya.

Bagiku, lure buatan sendiri juga tidak dimaksudkan untuk menggantikan lure buatan pabrik. Aku tidak memiliki semua merek lure komersial buatan pabrik, tetapi aku percaya bahwa dengan menggunakan merek-merek lure yang mapan akan memberikan stabilitas aksi yang tinggi, warna-warna yang lebih menarik serta dan tentu saja kepercayaan diri.

Berikut video aku sedang membuat lure dari kayu waru dan diikuti dengan mancing menggunakan lure tersebut di Kali Tinalah Kulon Progo. Video ini spesial bagiku, karena rekaman-rekaman asli video ini "sudah hilang" karena media penyimpananya (hardisk) yang tidak bisa diakses beberapa bulan yang lalu. Untungnya, Layanan Pemulihan Data Seagate melakukan keajaiban bagiku. Video ini TIDAK dimaksudkan untuk menjadi video tutorial cara membuat umpan pancing dari kayu, tetapi ini hanyalah proses pembuatan umpan pancing kayu dalam dunia mancingku saja.

Kembali

 
 
 
 

Video

Tonton video-video mancing di kanal video Uncal Ceneng (YouTube).

Kembali

 

DAS

 

Ikan

 

Piranti & Umpan

 
 
 

Profil

Gambar L2K Perkenalkan, saya L2K, saat ini tinggal di sebuah padukuhan tidak begitu jauh dari Kali Progo, Sejati Bobor. Padukuhan Sejati Bobor berada dalam wilayah Desa Sumberarum, Moyudan, Sleman, Yogyakarta.

Uncalceneng.com adalah situs web mancing pribadi saya. Uncal Ceneng bukan situs tutorial mancing, tetapi hanya sekedar cerita dan video mancing dalam kerangka pengalaman pribadi saja.

Uncal Ceneng, apa artinya? Uncal dan ceneng adalah kata-kata dalam bahasa Jawa untuk "Lempar" dan "Tarik" dalam bahasa Indonesia yang mengacu pada teknik mancing "casting". Anda bisa mengatakan "lempar" untuk "uncal" dan "tarik" untuk "ceneng".

Kembali

 
 
 

Kontak

Saya terbuka untuk mendapatkan umpan balik dari Anda melalui kanal video Uncal Ceneng di YouTube atau email di Alamat E-Mail

Kembali

 
 
 
Online sejak pertengahan Desember 2017.